Jumat, 04 Juli 2014

Di Balik Tirai : Tidak Seperti Seharusnya

Fragmen #1 
TIDAK SEPERTI SEHARUSNYA

Sebuah horizon tanpa batas, hitam. Aku menatap ke segala arah
Hitam.

Sama sekali tak ada tanda-tanda mendekati surga. Di sini bukan lanjutan alunan merdu yang membuatku terbuai sebelum aku ada di sini. Padahal sebelumnya, aku ada dalam harapan akan hadirnya akhir dari distorsi yang kudengar sebelum ini. Padahal, yang mengantarku kesini adalah, cahaya.

Ah, imajinasiku memang terlalu jauh. Mengharapkan kedamaian dari apa yang kuperbuat? Sepertinya memang dunia tidak seindah itu. Di sini pun tidak seindah itu. Di tengah kegelapan yang bahkan aku ragu untuk menyebutnya dunia.

Aku tidak pernah membayangkan aku ada di tempatku berada sekarang.

Aku pernah sangat percaya bahwa apa yang pernah terjadi denganku adalah sesuatu yang murni. Suci. Aku juga pernah tidak yakin akan kepercayaanku. Lalu aku yakin. Kenapa? Entahlah, ini lebih seperti pilihan. Entahlah, cinta memang begitu.

Aku lelah, semua ini terjadi begitu cepat. Aku ingin melangkah, namun aku tidak bisa merasakan diriku.

Kedipan cahaya, sekilas, memecah kegelapan. Lalu kehampaan ini perlahan tersibak, menampakkan bayangan yang juga menghuni kegelapan ini.

"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini? Tunjukkan sosokmu"

Aku takut. Sangat takut. Bagaimana ini? Aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku tidak dapat menjawab, aku tidak dapat menghampiri, bahkan aku tidak dapat menjauh, hanya bisa mematung dan berharap bahwa aku tidak akan terbawa ke dalam kehampaan yang lebih kelam.

Bayangan yang berbicara padaku melangkah lebih dekat padaku. Ternyata tidak hanya satu, sekilas aku melihat kehampaan ini menyibakkan sosok-sosok lainnya. Aliran darahku mengalir deras, ritme degupan jantungku semakin cepat, dan aku masih berharap hal yang sama.

"Siapa kau?" Teriakku. Aku ingin melanjutkan kata-kataku, namun kalimatku seakan dipaksa terputus hanya sampai di situ saja.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar